Selasa, 11 Desember 2012

(Part 2) Seungri : ‘Saya Berlatih Sendiri Ketika Semua Anggota Big Bang Selesai Berlatih “


Where is my practice room? Wherever my foot come contact with!
Saya kebetulan melihat kaki Ji-Sung Park (pemain sepakbola Korea yang terkenal) di koran dan dengan cepat saya lihat  bahwa ada begitu banyak memar dan bekas luka di kakinya. Luka dan bekas lukanya ada dimana2 . Pada saat itu, saya benar2 menyesal membaca itu. Namun, situasinya mirip kehidupan saya .Ketika  saya sedang mempersiapkan untuk menantang putaran ke 2 dari proses seleksi anggota Big Bang, kaki itu selalu muncul dalam pikiran saya. Lalu saya mendukung diri sendiri dan berpikir ‘siksaan yang saya derita sekarang akan menjadi darah baru di kaki saya.’
“Saya selalu diperkuat dari setiap perkataann dan saya lebih beruntung daripada Ji-Sung Park senior karena kaki saya berada dalam kondisi yang baik.”
Meskipun saya benar2  ingin bekerja keras sekali lagi untuk melihat apakah saya bisa menulis ulang takdir saya, saya mengalami banyak kesulitan pada waktu itu. Saya tidak bisa lagi hidup di asrama karena  saya tidak bisa bercerita dengan hyung2 yang lain dan saya tidak cukup umur untuk memesan  sebuah kamar di hostel di dekatnya,  dan karena biaya yang mahal juga. Saya tidak ingin meminta uang dari orang tua saya . Akhirnya, saya hanya punya 1 permintaan -meminta manajer hyung untuk membiarkan saya tidur di apartemennya.
 ”Saya tidak akan menyusahkan Anda, saya janji. Yang saya butuhkan adalah hanya sebuah tempat di mana saya bisa tidur di malam hari jadi tolong biarkan saya tidur di sana … “
Hal ini beruntung karena  manajer hyun mengatakan ya kepada saya tanpa ragu2 tapi kemudian, kesulitan lain datang – saya tidak bisa lagi menerima sesi latihan yang saya miliki
Lalu saya  hanya bisa mengandalkan diri saya sendiri. Saya memutuskan untuk tidak menghabiskan waktu karena saya tidak punya banyak waktu tersisa sebenarnya tapi saya punya begitu banyak hal yang harus dilakukan, termasuk memperbaiki diri pada kecepatan yang drastis dalam batas waktu. Jika saya menghabiskan waktu yang berharga , itu tidak berbeda dari membuang2 waktu. Saya harus ambil setiap detik untuk melakukan apa yang harus saya lakukan.
Saya mulai latihan  tanpa benar2  tahu apa yang harus saya lakukan, saya memilih untuk berlatih ‘Haru Haru’ .
Lalu saya  ingin beralih lagu. Saya  begitu sibuk , saya  bahkan tidak punya waktu untuk memikirkan hal2 negatif. Jika saya memiliki sisa waktu, saya akan memilih untuk menghabiskan untuk  mencoba cara2  baru pada  lagu tersebut.
Bahkan, saya telah mendengarkan lagu untuk ratusan kali. Tidak peduli di mana saya  berada, saya selalu bernyanyi. Baik itu ruang latihan (setelah hyung2 selesai latihan , saya pergi ke sana pada tengah malam), jalan2 yang tidak terlalu banyak orang , atau rumah  manajer hyung … Saya bernyanyi dan bernyanyi. Ada beberapa orang yang mencoba untuk menghentikan saya dari bernyanyi  Beberapa orang bahkan menunjuk jari2 mereka pada saya dan mengkritik apa yang saya lakukan pada saat itu. Meskipun saya mengalami sesuatu seperti ini, saya tidak berkecil hati. Sebaliknya, saya ingin berhasil  untuk membuktikan mereka bahwa hal2  yang saya lakukan itu benar.
  “Saya seperti orang gila saat ini, tetapi suatu hari, pujian akan pergi ke orang gila yang bersikeras melakukan apa yang ia tahu bahwa itu benar.” Saya selalu menyemangati diri dengan kalimat ini.
Pikiran saya tetap  tentang bagaimana saya bisa meningkatkan bernyanyi saya, jadi saya menuliskan pikiran saya pada sebuah nilai setiap kali saya datang dengan sesuatu yang baru. Akhirnya, hampir seluruh lembar nilai penuh  dengan catatan saya dan saya tidak bisa menemukan ruang kosong untuk menuliskan sesuatu lagi.
Waktu 1 minggu yang diberikan oleh presiden berlalu sangat cepat ketika saya sedang sibuk melakukan semua ini.
-to be continue-
credit : godlovesrice.tumblr.com, jwalkervip , rice@ bbu
cre + Indo trans : Kimtae@Yeppopo
shr :: asianachademy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar