Selasa, 11 Desember 2012

[Interview] Interview Bersama Jang Woo Cheol : Musim Semi Dong Youngbae -Part 2-



Kau bilang lagu bisa membuatmu menangis, jadi aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Ngomong-ngomong, pasti ada perbedaan antara anak muda di Uijeong-bu dan anak muda di Seoul, kan?
Anak muda di Uijeong-bu adalah anak muda yang liar. Mereka berbeda, sangat berbeda. Aku yakin karena aku tinggal di sana. Saat itu SMA belum distandarisasi, jadi ada perbedaan antara sekolah anak-anak pintar dan anak-anak baik, sekolah dimana anak-anak yang biasa saja berkumpul, dan sekolah dimana anak-anak malas berada.

Kamu berada dimana?
Sekolah untuk kalangan menengah ke atas.

Tapi kudengar kau semacam berandalan.
Ah, itu cerita yang ngawur. Kupikir itu dikarenakan perbedaan antara anak-anak yang tinggal di Uijeong-bu dan di Seoul. Karena ketika anak-anak muda Uijeong-bu bertemu, yang pertama kali mereka tayakan adalah siapa jjang(berandalan terhebat) sekolah masing-masing. Aku juga menanyakan pertanyaan itu pada Jiyong ketika kami bertemu untuk pertama kalinya. “ Siapa jjang sekolahmu? “. Jiyong menjawab pertanyaanku dan kemudian balik bertanya aku menempati posisi apa di sekolah. Kukatakan bahwa jjang adalah bla bla, komando kedua adalah bla bla, dan posisi selanjutnya adalah aku. Aku bercanda, tapi hal itu benar karena anak-anak semacam itu adalah teman-temanku karena aku adalah anak laki-laki yang lebih suka menari daripada belajar. Rumornya berasal dari isu bahwa aku tidak pernah melakukan kejahatan, tapi terkadang aku terllibat di dalamnya. Aku mengganggu kegiatan kelas, mengatakan apa pun sesukaku, mengata-ngatai guru tanpa alasan. Aku menjadi berani karena aku merasa nyaman berada diantara teman-teman sekelasku, dan kupikir bakatku sebagai seorang entertainer terwujub melalui hal itu. Aku menari dan menyanyi di sepanjag koridor tiap waktu.

Jadi apa saat itu kau tidak keberatan jika diminta menari?
Ah, aku melakukan segalanya ketika aku terpilih menjadi perwakilan kelas. Aku melakukan apa pun jika mereka menyiapkan sebuah panggung untukku.

Eeeehhh. Apakah kau yang menjuluki dirimu sendiri dengan Taeyang?
Sebelum bergabung dengan Big Bang, aku menggunakan Taekwon (translator notes: taekwon merupakan singkatan dari taekwondo) sebagai namaku ketika bekerja sebagai rapper pengiring lagu. Aku tidak menyukai nama itu. Bahkan aku baru menyadari bahwa namaku masih Taekwon setelah albumnya dirilis. Tapi aku juga tidak mau dipanggil dengan nama itu dalam Big Bang. Berpikir seperti anak kecil, strategiku seperti ini: jika aku membuat nama yang sangat berbeda untuk diriku, aku akan dimarahi. Jadi aku tetap menggunakan kata Tae untuk nama Taeyang. Hyun Suk hyung bilang nama itu tidak terlalu bagus, tapi aku menyukainya.

Tentu saja aku tahu ‘Lies’, tapi apa yang akhirnya membuatkan memperhatikanmu adalah lagu ‘Noman Barabwa’. Setiap musim panas tiba, lagu itu muncul dikepalaku, dan berarti lagu itu berhasil membawa suasana tertentu.
Sudah 5 tahun berlalu.

‘Sudah?’
Ya, aku merasa seperti itu. Sebelumnya, tidak ada produser di sekelilingku. Aku harus menerima lagu untuk album solo pertamaku dari komposer-komposer asing yang tidak pernah kutemui atau kuketahui namanya, aku harus mengenakan fashion yang serampangan. Tapi tidak peduli seberapa keras aku berpikir, semuanya terasa tidak cocok untukku. Tidak ada satu lagu pun yang menggetarkan emosiku. Seharusnya album itu dirilis lebih cepat dari rencana awal, tapi aku terus mengatakan tidak hingga Hyun Suk hyung berkata sambil setengah bercanda bahwa dia tidak bisa mengikutiku lagi. Haha, aku hanya menunggu. Di sisi lain, aku hanya sedang kacau. Setelah sekitar satu tahun berlalu, Teddy hyung bergabung dengan gensi, dan suatu hari ia membiarkanku mendengar sebuah lagu yang katanya baru saja ia buat kemarin malam. Dan itu adalah lagu yang sudah sekian lama kutunggu, wow, benar-benar… aku tidak bisa menyembunyikan kegembiraanku. Kubilang, aku sangaaaaaaat menyukai ini, sangat saku. Aku selalu ingin menyanyikan lagu yang seperti ini. Aku mengungkapkan perasaanku dengan sedikit berlebihan.

Sedikit menyinggung seseorang yang terlintas di benakku, Kwon Bumo, artis yang kusegani, pernah berkata, “ Seorang fotografer pasti terkadang mirip seorang pemburu, tapi mereka tidak harus selalu seperti itu. Jika kau bermimpi tentang sebuah gambar yang ingin kaudapatkan dengan seluruh upayamu, maka hal itu akan datang padamu. “. Apa yang dikatakannya bukan tentang hal-hal mistis, tapi tentang arti dari sebuah dunia. Tentu saja, hal ini berbeda dengan membuat suatu usaha terbaik.
Ah, itu benar. Aku mengerti apa maksudmu. Dan aku menyukai kata-kata itu! Mungkin terdengar abstrak, tapi dalam kasusku hal itu adalah benar. Ketika aku merasa ingin melakukan sesuatu, seluruh gambaran itu muncul seperti sebuah foto. Selalu seperti itu, dengan cara yang sama. Ada kalanya gambaran itu tidak muncul dalam benakku. Dan kupikir saat itu aku tidak perlu memaksa. Tampaknya kurang baik jika bekerja sepanjang waktu untuk mendapatkan musik yang bagus, membuat musik yang bagus, dan lainnya. Jalan satu-satunya hanyalah menunggu sementara kau mencoba menggambarkannya dalam benakmu.

Dan jika kau tidak bisa menunggu seperti itu, mungkin kau akan kehilangan kesempatan dalam waktu semalam.
Ya, itu benar.

Ini adalah kelima kalinya aku meng-interview-mu, tapi kau seperti orang yang berbeda hari ini. Kau pikir apa yang telah kau lakukan?
Aku berubah. Kepribadianku berubah. Bahkan aku berbeda dengan diriku setahun yang lalu. Kupikir aku berubah karena inilah saatnya beranjak dewasa. Aku tidak pernah mencoba untuk merubah diriku sendiri dan diriku yang baru tampak senang dan bersinar juga merupakan bagian dari diriku.

Kau pikir apa yang telah kau lalui?
Banyak musim yang berbeda.

Aku melihatmu mencoba memperkenalkan para pengiring satu demi satu di konser pertama world tour Big Bang. Mungkin suaramu tidak terdengar jelas diantara keramaian penonton, tapi hal itu malah membuatku berpikir, “ Ya, itulah Taeyang. Inilah caranya. “ meski kau hanya melakukan apa yang harus kau lakukan, hal itu menyentuhku.
Haha. Aku juga tidak tahu mengapa, tapi mereka yang memperhatikanku juga mengatakan hal yang sama. Aku memang pria yang seperti itu, kupikir begitu.

Aku mendapat kesan bahwa kau bukn orang yang membanggakan sesuatu yang tidak kau miliki. Ada orang yang mengatakan sebuah kebohongan tanpa sadar, tapi hal itu bisa terjadi untuk menindas seseorang dan bahkan tenggelam dalam kebohongannya sendiri saat bercakap-cakap. Tapi Dong Youngbae tidak pernah melakukannya.
Sebenarnya, saat aku menanyakan suatu pertanyaan, aku sibuk menjawab sampai tidak sempat berbohong.

Seperti apa seorang penyanyi bernama Taeyang melihat saat ini?
Ah, ini adalah pertanyaan dimana aku sangat ingin memberikan jawaban yang bagus. (Terdiam sesaat). Aku tidak yakin aku benar-benar berubah, tapi semenjak aku menginjak usia 25 tahun, yang sering muncul di benakku adalah kesadaran bahwa aku tidak memiliki waktu yang tidak terbatas. Tapi justru dengan pandangan seperti itu, aku menjadi lebih santai lagi. Rasanya aneh, namun sekarang aku merasa lebih nyaman. Apa ini? Bagaimana aku mengatakannya? Aku bahkan tidak tahu.

Kau menjadi lebih berani dibandingkan sebelumnya?
Setelah aku berumur 25 tahun, aku menjadi sadar akan usiaku. Aku ingin melakukan apa yang kubisa saat ini.

Sepertinya kau pikir prioritasmu sekarang tidak harus penampilan solomu selanjutnya.
Ya, itu bukan masalah. Apa pun itu, baik saat bepergian, bernyanyi, ataupun menari, semuanya tampak berputar di sekelilingku dan aku menjadi pusatnya. Sejujurnya, aku tidak peduli bagaimana orang lain melihatku. Mungkin aku menjadi kurang sadar tentang hal lain? Itulah mengapa aku bersemangat. Akhir-akhir ini aku sangat senang. Aku merasa akhirnya aku bisa menjadi diriku sendiri. Aku membayangkan apa pendapatmu tentang hal itu, tapi aku sangat puas dengan album baru kami. Apakah kau menyukainya?

Bad Boy sangat brilian.
Sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas. Sebelumnya, selalu ada sedikit kebingungan dalam benakku. Aku tahu apa yang kusuka dan apa yang ingin kulakukan, tapi ketika saatnya untuk bergerak, aku mulai melayang lagi. Aku merasa terbebani. Sekarang, aku merasa ringan. Apapun lagu yang kunyanyikan atau apapun musik yang kutarikan, warnaku kini lebih terlihat. Aku tidak akan kehilangan diriku lagi.

Tae! Kwon!
Haha.

Apakah terkadang kau membaca buku?
Buku? Ah, akhir-akhir ini aku tidak banyak membaca.

Mengapa tiba-tiba kau tampak bersalah?
Terus terang, saya terlalu mencintai komik.

Apakah memalukan jika kau menyukai komik?
Kau tidak tahu One Piece, kan? Bagiku itulah yang terbaik.

Adalah sebuah hal baik jika kau tetap santai dan bebas. Karena kapasitas bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah,
Aku ingin bepergian kapanpun jika aku punya waktu. Kau pernah bilang padaku bahwa dengan bepergian akan membantuku. Sejujurnya, saat itu aku tidak tahu kenapa. Sebelumnya aku memiliki cukup banyak kesempatan untuk bepergian, tapi aku tidak melakukannya. Pertama, tidak menyenangkan jika bepergian sendiri, kan? Lalu ketika bepergian untuk bekerja atau melakukan sesuatu, ada sebuah perasaan menyegarkan bahwa aku sedang berada ‘di tempat lain’. Meski aku tidak terlalu sering bepergian, kurasa seperti saat aku pergi ke Okinawa, Jepang, tahun lalu, apa yang hilang dariku seolah kembali padaku di sebuah tempat yang berada jauh dari rumah. Tempat itu membuatku berpikir, “ Seharusnya aku mencintai hal-hal di sekelilingku. “, “ Aku seperti ini dan seperti itu saat aku masih anak-anak. “, dan lainnya. Semuanya terasa baru dan berbeda. Aku ingin bepergian kemanapun dan kapanpun.

Yang mengejutkanku adalah bahwa kau mencolok, tapi tidak provokatif.
Dari wkatu ke waktu, aku sering berpikir bahwa aku terlahir bukan untuk menjadi seorang selebriti. Aku tidak merasa menyesal. (Terdiam sesaat). Ngomong-ngomong, aku tidak pernah berpikir tentang diriku yang tidak provokatif.

Credit : Jeannie for bigbangupdates
cre + Indotrans : fatearam@yeppopo
shr :: asianachademy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar