Senin, 11 Juli 2011

Wawancara Dengan Tohoshinki – Rolling Stone Magazine


Rolling Stone Agustus Isu, Wawancara dengan Tohoshinki
”SUPERSTAR STORMS ASIA: MEN WHO RULE THE ASIA”

Mencapai status tertinggi di Korea sebagai artis tidak cukup memuaskan mereka, Tohoshinki telah mempelajari bahasa Jepang dari awal untuk memasuki kancah musik J-POP. Sekali lagi, mencapai puncak. Kehadiran dan status mereka berbeda dibandingkan dengan semua artis Korea lainnya.

Kami ingin bertanya tentang pikiran mereka sebagai entertainer. Tapi biasanya, wawancara dengan artis memiliki banyak batasan dalam hal mendengar pikiran mereka yang sebenarnya. Ruang wawancara penuh dengan staf, keadaan lumrah dari setiap wawancara. Dan dalam kenyataannya, saat keduanya berjalan ke lokasi pemotretan, ada banyak staf di sekitar mereka. Saya pribadi mengira suasana pemotretan akan tegang. Namun, harapan saya ternyata salah.

Di sela-sela pemotretan, Yunho bermain dengan anjing yang dibawa salah satu staf Rolling Stone. Changmin berbicara nyaman dengan staf.

Pemotretan Yunho selesai dahulu. Dia datang menemui saya di ruang wawancara, dimana saya menunggu untuk keduanya menyelesaikan pengambilan gambar. Memulai pembicaraan dengan senyum hangat di wajahnya, “Aku cinta Rock. Aku suka mendengarkan hard rock, seperti Linkin Park” Jadi, dengan awal percakapan ringan ini, sebuah wawancara dengan superstar, terkemuka di Asia, dimulai.

Yunho: “Terlepas dari situasi, aku memasukan semuanya yang ku miliki. Itulah bagaimana emosi diciptakan.”

Changmin: “Aku katakan pada diriku: Jangan merasa takut!”

- Kamu suka anjing?

YH: Aku punya Siberian husky di rumahku di Korea. Tapi aku tidak bisa sering-sering melihatnya. Aku agak sibuk dengan jadwalku. Aku merindukannya.

-Ya, hari ini, setelah pemotretan, kamu akan kembali ke Korea, dan kembali kesini lagi dalam 2 hari? Itu gila!

YH: Sejujurnya… ya, sedikit sibuk (tertawa). Tapi itu adalah hal yang menguntungkan (senang). Ketika jadwal kami padat, tubuh mungkin lelah. Tapi pikiran senang.

-Apa rahasianya dalam menjaga pikiran yang sehat, bahkan di bawah jadwal gila seperti ini?

YH: Sekarang hobiku adalah mencari waktu luang di antara jadwal padatku (tertawa). Aku merasa dan menyimpan energi yang baik untuk datang ke wawancara dan pemotretan seperti hari ini. Ini memenuhi diriku dengan kebahagiaan. Lebih dari itu, aku dapat merasa ditenangkan oleh hal-hal sederhana, seperti cuaca yang bagus. Tapi itu tidak datang kepadaku secara alami. Iini karena aku diberi kesempatan untuk melakukan banyak hal.

(Changmin selesai pemotretan dan bergabung bersama kami)

-Jadi, bagaimana pemotretan hari ini?

CM: Aku rasa aku bisa menunjukkan sisiku yang lebih alami.

YH: Aku sangat suka pemotretan itu menunjukkan sisi yang berbeda dari kami, seperti ‘Ya, Tohoshinki memiliki sisi dalam diri kita juga!’ Dan, aku sangat bersyukur karena dapat berada tepat di bawah Logo Rolling Stone .

-Terima kasih. Oh, aku sangat terkesan dengan bahasa Jepang kalian. Jujur, aku tidak mengharapkan aku bisa melakukan wawancara ini dalam bahasa Jepang.

YH: Tapi, kami benar-benar tidak dapat berbicara bahasa Jepang sama sekali di awal debut kami…. Terutama dalam hal pengucapan. Aku masih ingat waktu. Tahun 2004. Ketika kami pertama kali datang ke Jepang, di mana aku pergi, aku selalu khawatir. Aku berlatih bahasa Jepang begitu keras, dan ketika aku pergi ke toko untuk pertama kalinya, aku bisa mengatakan, ‘Aku ingin membeli ini!’, aku benar-benar senang! Seperti, “Ya! Aku bisa melakukannya!” Aku diam-diam mengepalkan tanganku (tertawa).

-Sekarang, ketika kalian bernyanyi dalam bahasa Jepang, kalian memahami sepenuhnya arti dari lirik lagu itu?

YH: Ya, tentu saja kami memahami maknanya. Tapi, hal yang lucu adalah sebanyak aku mengerti arti kata-katanya, aku selalu menghadapi tantangan baru. Misalnya, ‘Aishiteru’ dan ‘Sarangheyo’, keduanya tidak berarti hal yang sama. Ada perbedaan nuansa. Hal ini sangat sulit untuk dipahami karena ini merupakan perbedaan nuansa dalam kata-kata yang berasal dari perbedaan budaya. Memang, kami dilahirkan dan dibesarkan di Korea, tapi kami juga pernah tinggal di Jepang untuk waktu yang lama, dimana kami harus berjuang dan menangkap nuansa dari kata-kata itu. Bahkan jika itu dalam bahasa Jepang, kami meletakkan perasaan kami di lirik sebagai kata-kata kami sendiri.

-Kalian bilingual, dalam hal bahasa. Tapi Tohoshinki juga ‘Bi-Music’ K-POP dan J-POP. Apa perbedaan dalam keduanya?

CM: Itulah hal yang sulit (tertawa). J-POP sangat luas, baik dalam genre dan orang yang mendengarkan. J-POP selalu memiliki berbagai jenis musik, tapi scene musik di Korea cenderung fokus pada musik tertentu. Itu bisa menjadi salah satu perbedaannya.

-Oh begitu. Kau tahu, itu adalah sebuah prestasi luar biasa untuk mencapai ke puncak dalam dua scene musik yang berbeda. Dan aku mendengar tentang kegiatan kalian di negara-negara barat. Jujur, apakah kalian percaya bahwa musik Asia diterima di barat?

YH: Ya. Maksudku, aku benar-benar berpikir bahwa tidak ada perbedaan dalam makna yang dibawa oleh musik. Jika ada, maka itu adalah ‘tren’ musik. Selain itu, musik itu mutual. Ketika aku sedang mempersiapkan konser memorial Michael Jackson, aku memiliki kesempatan untuk berbagi musik dari Asia dengan staf dari AS. Musik yang diterima baik di Asia, juga akan diterima dengan baik. Musik yang tidak bagus, reaksinya juga tidak akan baik. Karena industri musik yang berbeda, chart menunjukkan hit lagu yang berbeda. Tapi musik yang baik adalah yang universal. Itu adalah pengalaman indah yang membuatku menyadarinya.

-Aku setuju denganmu bahwa musik tidak memiliki batas-batas dalam negara. Pada saat yang sama, fakta bahwa kalian menerima banyak hal seperti itu, itu karena kalian memiliki kualitas tinggi sebagai seorang seniman, sebagai seorang ekspresionis.

CM: Apakah itu bernyanyi atau menari, saat tampil, aku percaya bahwa hal yang paling penting adalah “Percaya Diri”. Bohong jika mengatakan aku tidak gugup. Tapi, kukatakan pada diriku sendiri, ‘Jangan merasa takut!”

YH: Aku juga merasa gugup sebelum tampil di atas panggung. Tapi aku juga menikmatinya. Dulu, ada saat-saat dimana aku tidak merasa baik, aku berpikir untuk mengulur-ulur waktu sedikit… Tapi penonton akan tahu jika kamu tidak memaksimalkan penampilanmu. Jadi, terlepas dari keadaan, aku menempatkan semua yang kumiliki. Itu adalah bagaimana emosi diciptakan. Yang akan menyebabkan penampilan yang lebih baik dan lebih berkualitas.

-Sekarang, apa yang ingin kalian ungkapkan?

YH: Daripada berpikir ‘Aku ingin melakukan…,” aku ingin mengontrol ekspresiku. Hanya menyanyi dan menari lagu ceria tidak akan membantunya. Hal ini juga penting untuk mengendalikan emosi. Tapi, itu sangat sulit.

-Siapa inspirasimu sebagai seorang entertainer/ekspresionis?

YH: Michael Jackson

CM: Baru-baru ini, aku mendengarkan ‘Someone Like You,’ dan menjadi penggemar Adele. Dia menulis lirik lagu ini sendiri. Liriknya menyakitkan dan menyentuh hati. Tapi vokalnya, ia mengontrol emosi lirik dengan vokalnya. Lagu itu sangat menyentuh karena kamu dapat merasakan emosi yang tepat.

-Apa harapan kalian di masa depan?

YH: Tohoshinki akan terus menantang dalam genre yang luas. Dan, kami ingin menempatkan hati kami ke dalam musik itu, bahkan ketika waktu berlalu, masih memegang tempat di hati orang-orang. Untuk itu, kami mendedikasikan diri kami sekarang, dan akan terus menempatkan semua usaha kami di masa depan.

Source: Rolling Stone August 2011 Issue
Translated by: ContinueTVXQstaff_Sunnyday @ ContinueTVQ.com
Distributed by: ContinueTVXQstaff_Sunnyday @ ContinueTVQ.com

Indo-trans: pinkrazy.wordpress.com

cre :: asianfansclub

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar